- Pada 1989, Lo Kheng Hong mulai membeli saham di usia 30 tahun. Saat itu dia bekerja (sambil kuliah malam) sebagai pegawai Tata Usaha di sebuah bank di Jakarta selama 11 tahun. Jabatannya tidak kunjung naik dan gajinya kecil sehingga modal utk investasi saham terbatas. Namun karena hidup hemat, dia masih memiliki dana utk membeli saham.
- Saham yang dibeli pertama kali adalah saham PT. Gajah Surya Multi Finance saat IPO. Namun waktu listing di Bursa Efek harga saham ini turun dan Lo Kheng Hong terpaksa menjual rugi.
- Walaupun pengalamam pertama merugi, dia tidak kapok dan tergerak untuk lebih rajin mempelajari investasi saham secara otodidak. Ia banyak belajar buku-buku tentang prinsip dan strategi investasi Warren Buffett.
- Tahun 1990, ia pindah ke bank lain dan menjadi kepala cabang. Ia tetap berinvestasi saham sampai akhirnya pada th 1996 memutuskan untuk berhenti bekerja di bank agar bisa fokus menjadi investor saham. Ia berani mengambil keputusan ini karena mendapatkan keuntungan lumayan dari investasi saham dan memiliki pengalaman 7 tahun berinvestasi saham.
- Lo Kheng Hong menaruh hampir semua uangnya di saham dan hanya menaruh menaruh uang secukupnya di bank karena bunganya kecil. Ia tidak tertarik membeli obligasi karena imbal hasilnya rendah.Ia juga tidak membeli emas karena menganggap emas tidak produktif. LKH tidak tertarik menyimpan mata uang asing (USD) karena membuatnya mengharapkan hal buruk terjadi seperti kerusuhan dan krisis ekonomi shg rupiah melemah.
- Lo Kheng Hong hanya punya 15% dana cash untuk jaga-jaga supaya kalau krisis masih ada dana untuk beli saham. Ia tidak kerja, nggak punya kantor, nggak punya pelanggan, nggak punya karyawan, nggak punya bos, apalagi hutang. hanya punya seorang supir dan dua pembantu
- Investasi saham telah berhasil membuat Lo Kheng Hong menjadi smiling investor seperti idolanya, Warren Buffett. Investasinya di beberapa saham memberikan return yang FUNTASTIC! 5 saham yg pernah dipegang Lo Kheng Hong dgn keuntungan fantastis yaitu: PT. United Tractor ( return 5.900%, jangka waktu investasi 6 thn / 1998-2004); PT. Multibreeder Adirama Indonesia ( return 12.500%, jangka waktu 6 thn/2005-2011); PT. Timah Persero ( return 900%, jangka waktu 2 thn / 2002-2004); PT. Japfa Comfeed (return 1.900%, jangka waktu 6 thn /2005-2011); PT. Panin Financial (return 160%, jangka waktu 1,5thn/ 2011-2013).
- Lo Kheng Hong adalah seorang VALUE INVESTOR. Ia mencari perusahaan yang salah harga di bursa efek. Strateginya adalah membeli saham perusahaan yang bagus dengan harga murah, kemudian disimpan, menunggu dengan sabar sampai suatu hari pasar sadar bahwa harga saham itu terlalu murah dan kembali naik ke harga wajarnya.
- Untuk mengetahui harga saham murah atau mahal, Lo Kheng Hong menggunakan indikator Price to Earning Ratio (PER). Yang reasonable untuk dibeli adalah saham yang PER-nya dibawah lima kali (5x), itu sangat menarik dan potensial salah harga (underpriced). Tapi biasanya perusahaan yang sudah baik dan manajemennya bagus, PER-nya sudah diatas 10 kali.
- Selain PER, faktor lain yang menjadi pertimbangannya yaitu : manajemen perusahaan apakah menerapkan GCG, pengelolanya apakah jujur atau tidak. Bidang usahanya bagus atau tidak. Ia juga mencari saham yang bisamengahsilkan laba tinggi dilihat dari ROE. Hal lain yang menjadi perhatian adalah apakah perusahaan mengalami pertumbuhan atau tidak (minimal 5 tahun berturut-turut selalu bertumbuh).
- Setelah sukses berinvestasi saham, Lo Kheng Hong menikmati hidupnya. Setiap hari duduk di taman rumahnya dan melakukan 3 hal: RTI (read, think, and invest). Ia embaca 4 koran, laporan keuangan persh, dan data statistik pasar modal. Dia sudah merasakan tinggal di 5 benua dengan menggunakan sedikit uang dividen yang ia terima, setiap tahun Lo Kheng Hong keliling dunia bersama anak isterinya.
Sebuah catatan perjalanan dan strategi investasi. Sarana berbagi ilmu, metode, dan pendekatan praktis investasi reksadana dan saham guna melengkapi wawasan, pengetahuan,& bekal pengelolaan investasi menuju kemapanan finansial.
Minggu, 07 Februari 2016
Kisah "Warren Buffett" Indonesia ~ Lo Kheng Hong
Minggu, 15 November 2015
Fit, Focus, &Finish - Bab 1
Berapa asumsi return dan waktu yang wajar pada investasi saham?
Ini pertanyaan paling penting. Berapa % avg return yang wajar dan berapa lama waktu utk berinvestasi di saham?
Terlalu kecil, maka orang akan kehilangan minat, terlalu besar maka orang akan stress ketika tidak mencapainya.
Berikut adalah hasil investasi dengan membeli IHSG, dan hold selama x tahun. Dan ini dengan metode bunga majemuk. Alias jika di atas 1 tahun, hasilnya memperhitungkan konsep bunga berbunga.
Data yang digunakan adalah IHSG Juli 1997 s/d desember 2013. Maka hasil yang didapat adalah :
1 tahun
Tertinggi : 98%
Rata-rata : 21%
Terendah : -54%
2 tahun
Tertinggi : 70%
Rata-rata : 21%
Terendah : -24%
3 tahun
Tertinggi : 49%
Rata-rata : 21%
Terendah : -15%
4 tahun
Tertinggi : 47%
Rata-rata : 22%
Terendah : -10%
5 tahun
Tertinggi : 48%
Rata-rata : 22%
Terendah : -8%
6 tahun
Tertinggi : 39%
Rata-rata : 22%
Terendah : -6%
7 tahun
Tertinggi : 32%
Rata-rata : 22%
Terendah : 1%
8 tahun
Tertinggi : 33%
Rata-rata : 22%
Terendah : 6%
9 tahun
Tertinggi : 30%
Rata-rata : 22%
Terendah : 7%
10 tahun
Tertinggi : 29%
Rata-rata : 21%
Terendah : 12%
11 tahun
Tertinggi : 26%
Rata-rata : 20%
Terendah : 9%
12 tahun
Tertinggi : 25%
Rata-rata : 19%
Terendah : 10%
13 tahun
Tertinggi : 22%
Rata-rata : 18%
Terendah : 12%
14 tahun
Tertinggi : 22%
Rata-rata : 17%
Terendah : 13%
15 tahun
Tertinggi : 20%
Rata-rata : 17%
Terendah : 12%
Maka terlihat rata2 hasil investasi per tahun adalah 20%, atau setara dgn 0.08% per hari (250 hari trading), jika kita berharap lebih, misalnya 1% per hari, maka siap2 saja stress tiap hari.
Dan waktu minimal utk berada di investasi adalah 7 tahun. Karena risikonya hampir menjadi 0%. Dan ini kita berbicara X tahun, bukan X bulan, minggu, hari, atau jam.
Menambahkan kesimpulan atas tulisan diatas, bahwa investasi saham maupun reksadana adalah sebuah perjalanan panjang, jangan pernah berpikiran investasi reksadana dan saham adalah cara untuk kaya mendadak
"Happy investing&be smart investor"