Tampilkan postingan dengan label Pengenalan Investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengenalan Investasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2016

A to Z Reksadana

Setelah hampir 2 minggu gak nulis, akhirnya tadi malem pas browsing nemu sedikit artikel dari salah satu twit Aidil Akbar (@aidilakbar) salah satu Perencana Keuangan sekaligus trainer investasi&keuangan, yang sepertinya layak untuk diketahui temen-temen pembaca sekalian,tentu saja dengan sedikit modifikasi tulisan oleh saya. Terutama bagi yang msh newbie ato agak-agak asing dengan reksadana

OK, langsung aja ini ada rangkuman tips invest di ReksaDana yg sangat simple and to the point : 

1.  ReksaDana itu bentuknya Rekening (jadi kayak sistem tabungan gitu) bisa diisi (invest awal or top up) kapan aja dan bisa ditarik kapan aja.

2. Minimum investasi di ReksaDana bermacam-macam tergantung perusahaan Aset Managementnya (MI), ada yang 100ribu, ada yang 250ribu ada yang 500ribu ada juga yang 1juta.

3. ReksaDana bisa dijual langsung (beli langsung ke Manajer Investasi) atau melalui agen penjual misalnya Bank, Sekuritas, maupun website marketplace Reksadana Online. Khusus lewat Bank, ada beberapa yang mengenakan minimum pembukaan rekening besarnya beda-beda ada yg 1jt, 5jt, 10jt, 25jt.

Cara belinya yaaa mirip buka rekening aja isi beberapa formulir, foto copy KTP plus Uang investasinya di transfer.  Nah perhatiin selalu transfer ke rekening atas nama ReksaDana nya di Bank Kustodian ya...setelah itu bbrp hari kemudian kita akan mendapatkan surat konfirmasi pembelian.

4. Pada saat anda beli ReksaDana anda memiliki yang disebut dengan “Unit”.  Harga per unit disebut dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit, contoh: kita invest 500,000 (lima ratus ribu) harga unit (NAB) reksa dana nya 1,000, jadi kita mempunyai 500 unit. (mudah-mudahan ng
ak pusing tuh )

5. Gimana cara kita itung keuntungan ReksaDana?  Ketika harga NAB nya naik.  Contoh, NAB yang kita beli diatas naik dari 1,000 ke 1,150 berarti uang kita menjadi 1,150 x 500 unit = 575,000 keuntungannya 75,000 (575.000-500.000)

6. Info tentang NAB ReksaDana bisa diliat di koran ekonomi (Investor Indonesia, Bisnis Indonesia) maupun website pusat info investasi&reksadana ato marketplace reksadana online misal www.infovesta.com

7. Usahakan untuk investasi di ReksaDana minimum setiap bulan, habis gajian… beli n lupain aja jangan diliat-liat.  Investasi itu seperti taneman kalau diliat-liat nanti lama lho tumbuhnya… hahaha

8. Cek produk reksadana ada prospektusnya nggak? kalo nggak ada ato ragu-ragu jangan inveeeesst, ati2 bodong…utk reksadana pastikan produk maupun MI-nya terdaftar di OJK.

9. Kalau mau beli ReksaDana Saham sebaiknya untuk jangka panjang diatas 5 tahun, ReksaDana Campuran 3-5 tahun, ReksaDana Pendapatan Tetap 1-3 tahun, ReksaDana Pasar Uang 1 tahun (alternatif).

10. Ketika pasar (bursa) turun jangan panik, tetep fokus pada tujuan investasi, karena dalam jangka panjang pasar(bursa) akan cenderung naik.

Sekian dulu ya guys, semoga bermanfaat......

"Happy Investing & Be Smart Investor"

Minggu, 28 Februari 2016

Menimbang Potensi Investasi Saham

Saham merupakan investasi jangka panjang yang layak untuk dijadikan pilihan. Why?? sbnrnya simple aja sih...saham mewakili kepemilikan bisnis perusahaan, artinya dibalik selembar saham yang kita miliki ada sebuah bisnis perusahaan public. Sehingga jika kita yakin akan masa depan perusahan, kenapa harus takut untuk memiliki sahamnya, agree??yes!! Meskipun demikian, perlu diingat bahwa saham merupakan investasi kategori "high risk high return" sehingga harus dikelola dgn baik.

Beberapa hal berikut menjadi alasan kenapa saham adalah investasi favorit pilihanku :
  1. Dalam jangka panjang perusahaan yang bisnisnya baik-baik saja maka harga sahamnya akan cenderung meningkat, walaupun dalam jangka pendek kadang bergejolak naik turun.Untuk memperjelas gambaran bahwa saham dalam jangka panjang cenderung naik, coba simak grafik IHSG dari Juli 2004 s/d Februari 2016 dibawah ini :
  2. IHSG period Juli 2004 s/d Februari 2016
  3. Saham menjadi investasi yang paling cocok untuk tujuan investasi jangka panjang (diatas 10 tahun). Merujuk pada data pergerakan IHSG selama 10 tahun terakhir, terlihat bahwa indeks mengalami pertumbuhan dari posisi 1322 (Mar 2006) menjadi 4733 (Feb 2016) atau meningkat 258%, WOW!!
  4. Saham bermanfaat ganda, artinya bisa dijadikan bisnis atau investasi. Saham sebagai bisnis secara singkatnya adalah melakukan transaksi jual beli saham dengan tujuan utama untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga (capital gain). Hal ini pada dasarnya  hampir mirip dengan melakukan perdagangan/membuka usaha di pasar riil, yang membedakan di bisnis saham yang dijual adalah saham (kepemilikan bisnis). Saham sebagai investasi singkatnya adalah menjadikan saham sebagai instrumen untuk mencapai tujuan keuangan yang sudah ditentukan maupun pengembangan aset. Memiliki saham untuk investasi lebih menekankan pada kenaikan harga jangka panjang dan perolehan dividen.
  5. Saham mudah diperjualbelikan. Dengan sistem perdagangan bursa saham saat ini, transaksi jual beli saham semudah belanja di online shop maupun pasar tradisional. Harga jual beli saham transparan dan banyaknya penjual/pembeli telah menjadikan saham sangat likuid.
  6. Bisa dimulai dengan modal terbatas. Kelebihan ini juga sangat penting, kenapa?tidak lain karena akan mempermudah investor ritel masuk meskipun dengan modal terbatas. Ya, hanya dengan uang 500 ribu-an saat ini kita sudah bisa membeli 1 lot saham di Bursa Efek Indonesia.
Meskipun potensi return saham cukup besar, namun resiko terhadap investasi ini juga harus diperhatikan, antara lain : 
  • Tidak ada pembagian deviden. Tidak semua emiten di BEI selalu rutin membagi dividen, ada kalanya perusahaan memutuskan untuk tidak membagi dividen dengan alasan untuk ekspansi usaha ataupun alasan lain.
  • Capital Loss, terjadi jika pemegang saham menjual sahamnya di harga yang lebih rendah dibandingkan harga pembelian.
  • Resiko ekonomi. Saham mewakili bisnis perusahaan artinya jika kondisi ekonomi memburuk akan mengakibatkan kinerja perusahaan juga menurun yang ujung-ujungnya akan menurunkan harga sahamnya. Hal ini akan menyebabkan penurunan nilai portofolio investor saham.
  • Resiko dilikuidasi. Jika emiten dilikuidasi (karena bangkrut/pailit), maka pemegeng saham memiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban emiten terbayarkan.
  • Saham delisting dari Bursa. Karena beberapa alasan tertentu saham dapat dihapus pencatatannya (delisting) di Bursa, sehingga pada akhirnya saham tersebut tidak dapat di perdagangkan lagi yang mengakibatkan investor kesulitan atau bahkan tidak bisa menjual saham yang dimilikinya.
Potensi return saham selalu dibarengi dengan adanya resiko. Sehingga resiko ini tidak bisa kita hindari namun demikian resiko ini dapat kita kelola sehingga kinerja investasi saham kita dapat optimal. Dengan strategi yang benar dan pengelolaan resiko yang memadai, saham merupakan alternatif investasi terbaik di pasar modal.
Pengelolaan resiko yang paling umum dilakukan pada saat berbisnis maupun berinvestasi saham adalah dengan melakukan pemilihan saham secara selektif dan melakukan diversifikasi atas portofolio saham yang dimiliki.

Tertarik berinvestasi saham? jangan lupa untuk belajar ilmunya dulu ya....


"Happy Investing & Be Smart Investor"

Sabtu, 20 Februari 2016

Komponen Transaksi Saham

Setelah memutuskan untuk berinvestasi Saham, kita perlu mengetahui bahwa dalam transaksi (jual beli) saham melibatkan beberapa komponen yag perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut :

  • Emiten, adalah istilah untuk perusahaan yang menerbitkan saham (menawarkan saham ke bursa efek). Di BEI saat ini ada sekitar 500-an emiten yang sahamnya bisa diperjual belikan.
  • Broker, merupakan perantara transaksi jual beli di bursa efek. Jadi dalam sistem perdagangan saham di bursa efek, transaksi jual-beli harus menggunakan broker (perusahaan sekuritas) yang sudah terdaftar sebagai anggota bursa.
  • Rekening Saham. Agar bisa bertransaksi saham, maka seorang calon investor harus terlebih dahulu membuka rekening saham di salah satu broker (perusahaan sekuritas). Cara pembukaan rekening saham sama mudahnya dengan membuka rekening di bank, cukup isi formulir selanjutnya melakukan penyetoran dana.
  • Kode Saham. Setiap saham perusahaan yang diperdagangkan di bursa efek memiliki kode unik berupa 4 huruf dan ditentukan pada saat proses IPO. Misal perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. kode sahamnya yaitu : INDF.
  • Satuan Transaksi. Jumlah pembelian saham per transaksi di bursa efek sudah ditentukan dalam satuan transaksi yang disebut "lot". Di Indonesia 1 lot sama dengan 100 lembar saham.
  • Mekanisme Transaksi. Seperti halnya proses jual beli barang di pasar, proses jual beli saham di bursa efek juga terjadi karena adanya permintaan dan penawaran. Transaksi jual/beli akan done jika ada pembeli/penjual yang bersedia membayar saham yang diincar sesuai harga bid/offer di bursa.
  • Fraksi Harga. Harga saham akan berubah-ubah setiap saat dalam rentang perubahan harga yang disebut fraksi harga. Dengan kata lain, fraksi harga merupakan kelipatan perubahan harga saham per tik transaksi. Fraksi harga di Bursa Efek Indonesia saat ini yaitu : untuk kelompok harga saham dibawah Rp 500 fraksi harganya Rp 1; pada kelompok harga saham Rp 500 - < Rp 5000 fraksi harganya Rp 5; sedangkan untuk kelompok harga saham >= Rp 5.000, fraksi harganya Rp 25.
  • Jam Transaksi Saham. Proses transaksi jual beli saham tidak dapat dilakukan setiap saat namun ada periode jam tertentu yang sudah ditentukan. Transaksi saham dilakukan pada jam bursa yang sudah ditentukan sebagai berikut : Hari Senin s/d Kamis, sesi I jam 09.00 s/d 12.00 WIB sesi II jam 13.30 s/d 16.00 WIB. Hari Jumat, sesi I jam 09.00 s/d 11.30 WIB sesi II jam 14.00 s/d 16.00 WIB.

Sekian dulu Guys...see you in the next article!

Sekilas Tentang Saham

Saham??makhluk apalagi neh...hehehehe!! Tenang saja, saham kali ini merupakan salah satu instrumen investasi andalan saya loh, karena dengan saham inilah kita bisa menjadi bussiness owner (saham sbg bisnis/usaha) atau investor (saham sbg investasi)
Wah, kedengarannya hebat nih! terus apa dan bagaimana sebenarnya saham itu?? cekidot....

Saham secara singkat merupakan bukti kepemilikan seseorang terhadap perusahaan. Jadi jika kita memiliki saham PT.ABC, Tbk maka sebenarnya kita merupakan pemilik perusahaan tersebut yg besar porsi kepemilikannya sesuai dengan jumlah lembar saham yang dimiliki. Karena merupakan pemilik, maka kita mempunyai hak atas pembagian keuntungan (dividen).
Jadi jelas bahwa kepemilikan suatu saham merupakan kepemilikan terhadap bisnis dari sebuah perusahaan.

Saham perusahaan yang bebas dimiliki atau diperjual belikan masyarakat umum adalah perusahaan dengan status terbuka (.Tbk). Tempat untuk memperjual belikan saham suatu perusahaan namanya pasar modal, di Indonesia pasar modalnya yaitu BEI (Bursa Efek Indonesia).

Nah, kalau kita ingin memiliki saham suatu perusahaan maka kita harus melakukan pembelian melalui 2 cara yaitu:
1. Di pasar primer, yaitu membeli langsung dari perusahaan pada saat IPO (initial Public Offering),
2. Di pasar sekunder, yaitu membeli saham di pasar saham (bursa efek).

Bagi temen-temen yang berinvestasi/memiliki saham , ada dua keuntungan yang diperoleh yaitu :
- capital gain, berupa keuntungan yang diperoleh investor atas kenaikan harga saham yang dimiliki. Misal pada saat beli harga 1000 dan dijual harganya 1500, maka keuntungan yg diperoleh sebesar 50%
- dividen yield, berupa keuntungan yang diperoleh pemegang saham jika perusahaan membagikan sebagian keuntungannya dalam bentuk dividen.

Sekian dulu ya friends, nanti disambung dengan artikel berikutnya....

Minggu, 31 Januari 2016

Kamus Istilah dalam Investasi Reksadana


Setelah sedikit banyak tahu tentang Reksadana, mungkin Anda tertarik berinvestasi di reksadana? Kenali dahulu istilah yang kerap digunakan. Hal ini perlu dilakukan agar kita tidak salah kaprah dalam strategi hanya karena kurang paham istilahnya saja.
Berbagai istilah di Reksadana yang kerap digunakan , seperti di bawah ini :

IPO (Initial Public Offering)
 – Atau biasa dikenal juga dengan istilah go public ini merupakan penawaran perdana saham kepada khalayak ramai atau masyarakat umum. Tindakan itu dilakukan oleh perusahaan emiten, dan untuk selanjutnya saham-saham yang IPO dicatat di Bursa Efek Indonesia.

Emiten – Merupakan perusahaan yang berfungsi sebagai penerbit saham atau obligasi.

Right Issue – Adalah mekanisme bagi sebuah perusahaan yang sudah IPO untuk mengeluarkan saham baru. Di sini ada hak bagi pemegang saham lama untuk membeli saham baru sebelum ditawarkan ke masyarakat.

KIK (Kontrak Investasi Kolektif) – Merupakan kontrak antara Manajer Investasi (MI) dan Bank Kustodian. Dalam kontrak itu MI diberi wewenang mengelola portofolio investasi secara kolektif, dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk menerima penitipan secara kolektif.

Efek – Adalah sebutan untuk surat berharga antara lain surat utang, saham, obligasi, tanda bukti utang, reksadana dan seluruh turunannya. 

Prospektus – Setiap informasi tertulis yang berkaitan dengan Produk Reksadana yang diterbitkan. Tujuannya untuk keterbukaan informasi dan memberi informasi ke khalayak ramai sehingga tertarik membeli.

Portofolio Efek – Sekumpulan surat berharga atau efek yang dimiliki oleh suatu pihak.

Capital Gain – Merupakan keuntungan yang terjadi akibat terdapat selisih positif antara harga beli dan harga jual. Artinya, harga jual lebih tinggi dari harga beli.

NAB (Nilai Aktiva Bersih) – Adalah angka yang menyatakan jumlah dana yang dikelola oleh sebuah reksadana. Namun kerap terjadi salah kaprah yang menganggap NAB, yang dalam bahasa Inggris disebut Net Asset Value (NAV), sebagai harga reksadana, padahal bukan. 

NAB/UP (Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan)  – Inilah angka yang menyatakan harga suatu reksadana, dan transaksi dilakukan berdasarkan nilai itu. Harap diingat bahwa investor reksadana baru tahu harga reksadana pada esok hari, jika transaksi sebelum pukul 12.00, atau esok harinya lagi bila transaksi dilakukan setelah pukul 12.00. (batas cut off penghitungan NAB berdasarkan penyetoran dana  (good fund) di rekening bank kustodian) 

UP (Unit Penyertaan) – Merupakan satuan dalam reksadana. Jadi, saat investor membeli reksadana, itu artinya investor membeli UP dari MI atau Manajer Investasi. Semikian pula sebaliknya, saat investor menjual. Investasi reksadana investor bakal semakin banyak bila UP semakin besar. 

Subscription & Redemption – Subscription merupakan pemesanan atau pembelian UP, sedangkan redemption adalah penjualan atau pencairan UP.

Management Fee – Sejumlah dana yang diberikan ke sejumlah pihak yang terkait dengan pengelolaan reksadana, seperti biaya transaksi pialang, biaya jasa MI, Notaris, Akuntan Publik, Bank Kustodian dan sebagainya. 

Biaya Jual (Subscription Fee)dan Beli (Redemption Fee)
– Biaya yang timbul dalam proses jual dan beli reksadana. 
Source : readersdigest.co.id, edited by Jimant

Semoga bermanfaat ya......
    
" Happy Investing & Be Smart Investor "

Selasa, 26 Januari 2016

Reksadana Untuk Semua Orang

Siapa bilang investasi harus dgn modal besar dan hrs orang pintar?? Kalau tggu modal besar baru investasi bisa terlambat,alias dah basi!!hehehe...
Reksadana adalah salah satu solusi investasi tepat untuk investasi bahkan utk pemula sekalipun.
Apa sih reksa dana? apa saja kelebihan dari investasi di reksa dana? cekidot...
Reksa dana adalah salah satu alternatif investasi bagi masyarakat, khususnya pemodal dengan dana kecil. Reksa dana dirancang sbg sarana menghimpun dana dari masyarakat yg memiliki modal & keinginan investasi dgn waktu & pengetahuan terbatas. Reksa Dana jg diartikan sebagai wadah untuk menghimpun dana masyarakat & selanjutnya diinvestasikan dlm portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Manfaat pertama dari investasi di Reksa Dana adlh investor dgn modal kecil dpt melakukan diversifikasi investasi shg dpt memperkecil risiko.
Selain itu, Reksa Dana mempermudah investor karena dalam menentukan saham yg baik untuk dibeli memerlukan pengetahuan & keahlian. Manfaat terakhir adlh efisiensi waktu, karena dana investor dikelola oleh manajer investasi, shg investor tidak perlu mengelola secara langsung, alias investor tinggal duduk manis dan uangnya bekerja di tangan ahlinya.
So, sudahkah Anda berinvestasi Reksadana?
source:@IDX_BEI, edited by jimant

Selasa, 29 Desember 2015

Video Literasi Keuangan OJK - Investasi Pasar Modal


Berkenalan Dengan Reksadana

         
 Apa Itu Reksadana?

Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi di pasar modal. Reksadana  adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasika dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Pertumbuhan nilai investasi atau tingkat return reksa dana dilihat dari perkembangan nilai Unit           Penyertaan (NAB per unit) yang dimiliki oleh investor. NAB per unit nilainya berubah-ubah setiap hari tergantung dari nilai pasar aset-aset investasi dana kelolaan Reksadana tersebut.

Untuk lebih jelasnya, mekanisme Reksadana dapat dilihat dalam diagram berikut ini :


Mengapa Memilih Reksadana?

Beberapa kelebihan Reksadana dibandingkan instrumen investasi lainnya yaitu :
       ·       Dikelola oleh profesional. Reksadana dikelola oleh Manajer Investasi (MI) yang notabene                   merupakan profesional/ahli dalam hal pengelolaan investasi.
       ·        Pilihan Reksadana Beragam. Produk reksadana bervariasi sesuai dengan underlying asset                   yang dijadikan instrumen investasi oleh MI sebagai pengelola, sehingga dapat disesuaikan                   dengan tujuan keuangan masing-masing Investor.
       ·       Minimum investasi murah dan ada fasilitas autodebet. Investasi di Reksadana bisa dimulai                 dari Rp 100.000,- dan pembelian dapat dilakukan berkala melalui autodebet, yang sangat                     terjangkau dan memudahkan masyarakat.
       ·        Reksadana Mudah dibeli dan dicairkan kembali. Banyaknya fasilitas online yang diberikan                 oleh MI maupun agen penjual reksadana sangat memudahkan investor dalam bertransaksi dan             memantau kinerja reksadana. Reksadana juga likuid, karena pada umumnya proses pencairan             reksadana adalah maksimal H+7 dari tanggal transaksi.
       ·        Reksadana bukan merupakan objek pajak. Hasil investasi (Return) reksadana tidak dipotong               pajak, sehingga hasil investasi reksadana lebih optimal.

Dibandingkan instrumen investasi lainnya, ternyata reksadana ini memiliki kinerja yang cukup OK juga loh! dibawah ini saya coba share tabel perbandingan kinerja berbagai instrumen investasi yang dikenal masyarakat (note : data tahun 2012, saya copas dari mbah google...hehehe)

Resiko Investasi Reksadana


Seperti halnya produk investasi lain, Reksadana juga memiliki beberapa resiko yang harus menjadi perhatian investor, yaitu :
·     Penurunan nilai investasi. Harga NAB/unit akan berfluktuasi, sehingga ada kemungkinan hasil investasi mengalami penurunan atau bahkan kerugian.
·       Resiko perubahan ekonomi dan politik,  yang dapat mempengaruhi kinerja instrumen investasi termasuk Reksadana.
· Resiko perubahan peraturan perundang-undangan/kebijakan pemerintah, yang akan berpengaruh terhadap industri dan produk reksadana.
·  Resiko pembubaran dan likuidasi, baik produk reksadana maupun Manajer Investasi yang mengelolanya

Bagaimana Memulai Investasi Reksadana?

Secara umum, ada 4 jenis reksadana terbuka yang dapat dipertimbangkan investor dalam berinvestasi, yaitu :
   Reksadana Pasar Uang : dana kelolaan ditempatkan di instrumen pasar uang, misal : SBI, deposito,obligasi jangka pendek.
  Reksadana Pendapatan Tetap : dana kelolaan sebagian besar (sekurang-kurangnya 80%) ditempatkan di surat utang atau obligasi jangka panjang.
     Reksadana Saham :  dana kelolaan sebagian besar (sekurang-kurangnya 80%) ditempatkan di saham.
       Reksadana Campuran : dana kelolaan ditempatkan di saham,obligasi, maupun pasar uang dengan proporsi tertentu.


Pemilihan jenis Reksadana yang tepat untuk masing-masing investor akan berbeda-beda  tergantung dari tujuan investasi dan profil resiko yang dimilikinya.

Dalam berinvestasi reksadana, ada 3 (tiga) tahapan proses atau langkah-langkah yang harus kita perhatikan, yaitu :

   Tentukan tujuan finansial terlebih dahulu,
  Pilih produk reksadana yang sesuai tujuan dan profil resiko ==> cek di prospektus
  Evaluasi ==> min 6 bulan sekali, cek di Fund Fact Sheet

          Semoga coretan kali ini bermanfaat ya...., sampai ketemu di artikel berikutnya!

“ Happy Investing And Be Smart Investor “

Senin, 30 November 2015

Jenis Instrumen Investasi - part 2

Sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan keuangan, investasi juga bisa dilakukan di sektor finansial. Berbeda dengan sektor riil, jenis investasi ini biasa disebut sebagai paper asset karena berupa surat-surat berharga yang diperjual belikan di pasar uang dan pasar modal. Investasi sektor finansial ini sabgat komplit baik dari segi jangka waktu maupun potensi return-nya.
Jenis-jenis investasi sektor finansial yang umum digunakan sebagian besar investor, diantaranya sebagai berikut :
1. Deposito
Deposito sebenarnya merupakan salah satu varian dari simpanan/tabungan, sehingga deposito merupakan jenis investasi yang paling aman (dijamin oleh LPS sd maks 2 Milyar) namun return juga paling minim. Berinvestasi di deposito akan mendapat imbal hasil yang disebut bunga. Bunga yang diberikan memang lebih tinggi dari tabungan, namun dalam jangka panjang tidak mampu.mengalahkan inflasi. Deposito hanya cocok untuk tujuan investasi jangka pendek, dibawah 1 tahun.

2. Obligasi
Membeli obligasi berarti kita meminjamkan uang kepada perusahaan yang menerbitkan surat utang tersebut. Sebagai imbalannya investor akan mendapatkan kupon/bunga setiap bulan dan pembayaran pokok pada saat jatuh tempo, oleh karena itu obligasi disebut juga instrumen pendapatan tetap. Obligasi bisa juga diperjualbelikan di pasar modal untuk memperoleh capital gain  Obligasi bisa diterbitkan oleh perusahaan swasta (obligasi korporasi) maupun pemerintah (obligasi negara). Besarnya  kupon obligasi biasanya sudah berada diatas nilai inflasi, return obligasi juga lumayan dan relatif stabil. Investasi di obligasi ini cocok untuk tujuan investasi jangka menengah, 1-3 tahun.

3. Reksadana
Reksadana adalah sekumpulan dana investor yang dikelola dan diinvestasikan ke dalam berbagai instrumen oleh seorang ahli yang disebut Manajer Investasi. Reksadana adalah jenis investasi yang paling cocok untuk pemula di pasar modal. Return reksadana dapat diketahui berdasarkan kenaikan harga unit (NAB) reksadana yang dibeli, misal kita beli reksadana A di harga NAB 1000 lalu kita jual pas harga NAB-nya 1100, maka kita telah untung sebesar 10%. Reksadana bermacam-macam, secara umum dibedakan berdasarkan aset dasar dari dana kelolaannya antara lain :reksadana pasar uang (min 80% diinvestasikan di pasar uang ), reksadana pendapatan tetap (min 80% diinvestasikan di obligasi), reksadana saham (min 80% diinvestasikan di saham), dan reksadana campuran (campuran antara pendapatan tetap dan saham). Dengan berinvestasi di reksadana, berarti seorang investor telah berinvestasi ke berbagai instrumen pasar modal secara terdiversifikasi otomatis yang dikelola oleh tenaga ahli. Jadi, reksadana ini merupakan investasi yang paling mudah, murah, dan menarik.

4. Saham
Saham merupakan bukti kepemilikan seseorang terhadap suatu perusahaan. Jadi, ketika investor membeli saham suatu perusahaan berarti dia sedang membeli bisnis dari perusahaan tersebut. Keuntungan berinvestasi di saham ada dua yaitu : dividen dan capital gain. Dividen merupakan pembagian sebagian keuntungan perusahaan kepada pemegang sahamnya, sedangkan capital gain adalah keuntungan yang diperoleh investor dari kenaikan harga saham di pasar. Diantara ketiga jenis investasi lainnya, saham merupakan instrumen yang berpotensi menghasilkan return paling tinggi, namun resiko yang menyertainya juga paling besar. Saham paling cocok untuk tujuan investasi jangka panjang, diatas 5 tahun.
Nah, teman-teman tertarik berinvestasi dimana nih? Ingat, dalam menentukan jenis investasi yang menjadi pertimbangan utama adalah tujuan investasi dan disesuaikan profil/karakter pribadi.

Happy Investing and Be Smart Investor”

Kamis, 12 November 2015

Jenis Instrumen Investasi - part 1

             Investasi, seperti kita ketahui bersama merupakan alat untuk melawan inflasi. Ingin makmur dan tidak terkikis daya beli dikemudian hari, investasi adalah solusinya. Nah, yg mnjadi pertanyaan adalah : dimana tempat yang paling tepat untuk berinvestasi?? bicara mengenai tempat berinvestasi akan sama analoginya dengan memilih jenis kendaraan untuk bepergian ke suatu lokasi. Tentu saja, beda lokasi tujuan dan medan yang akan dilalui menentukan jenis kendaraan mana yang akan dipakai.  Nah, begitu juga dengan investasi, beda tujuan dan karakter kita akan menentukan jenis investasi apa yang akan kita gunakan untuk mencapai tujuan di masa depan.
           Well, sebelum temen-temen memilih investasi apa yang terbaik dan paling tepat, tidak ada salahnya kalau mengetahui terlebih dahulu apa saja jenis atau tempat investasi. Pada dasarnya investasi dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu investasi di sektor riil dan investasi di sektor finansial. Investasi di sektor riil meliputi :bisnis/usaha, properti,&emas. Sedangkan investasi di sektor finansial meliputi: deposito, obligasi, reksadana, saham&derivatifnya.
            Saya pribadi lebih suka berinvestasi di sektor finansial karena beberapa alasan, yaitu :
- modal yang dibutuhkan relatif kecil dan terjangkau dibandingkan sektor riil
- dengan dana yang terbatas, investor sudah dapat memiliki portofolio aset yang beragam
- aset finanaial lebih likuid
- kemudahan melakukan evaluasi dan rebalancing. Artinya jika hasil investasi salah satu instrumen tdk sesuai, investor dapat dengan mudah untuk memindahkan dananya ke instrumen lain.
        Meskipun demikian, sebagai seorang investor kita tidak boleh hanya mengandalkan salah satu jenis Investasi saja. Inget pepatah legendaris di dunia investasi "don't put your egg into one basket", artinya untuk memperkevil resiko investasi kita harus melakukan diversifikasi. Idealnya, selain berinvestasi di sektor finansial kita juga harus mempunyai investasi di sektor riil sebagai penyeimbang.
         Terus kalau mau investasi di sektor finansial, enaknya dimana ya? Ada beberapa instrumen investasi yang dapat dipilih mulai dari deposito, obligasi, reksadana, maupun saham. Apa dan seperti apa karakter serta peruntukannya, akan coba kita ulas di tulisan berikutnya ya...see you next time!
        
 

Sabtu, 31 Oktober 2015

Investasi, why and what for?

Kenapa investasi itu harus?pa gak cukup dgn nabung aja? ini pertanyaan bbrp teman yg sering saya dengar. Alasan kuat kenapa kita hrs investasi adalah adanya "makhluk" yg disebut INFLASI.
Inflasi akan mengakibatkan nilai uang yg kita miliki menjadi berkurang.artinya, misalkan uang kita jumlahnya sama-sama 1 juta, tp akan sgt berbeda nilainya antara sekarang dgn 5 thn yang lalu. fakta bhw inflasi itu nyata dan menggerus nilai uang kita dpt dliat dr harga semangkok bakso...hehe3x, pd wl thn 90-an hrga smgkok bakso 200 perak, sekarang??10-15rb,wow!!berapa kali lipat tuh!
Nah, agar nilai uang yg kt miliki bs mengimbangi laju inflasi mau tdk mau kita hrs berinvestasi. Di Indonesia rata2 tgkat inflasi tahunan 8%-10%,artinya setiap thn trjadi kenaikan harga antar 8-10%....nah lho??!!shg, misal kebutuhan hidup kita tiap bulan 10 juta, maka tahun depan bisa menjadi antara 10,8 sd 11 juta bahkan bisa lebih.

Berdasarkan contoh dan fakta diatas maka jika kita hanya mengandalkan tabungan untuk menyimpan uang maka dgn bunga tabungan ato deposito yg hanya 3-5% ato 7% akan sangat berbahaya bagi masa depan keuangan kita. Hanya dgn berinvestasi kita bisa melipatgandakan uang kita sehingga bisa mengejar bahkan melebihi laju inflasi.

Alasan kuat lain mengapa kita harus dan tidak bisa lepas dari yang namanya investasi yaitu yang Pertama, setiap manusia dalam perjalanan kehidupannya tentu punya rencana atau keinginan finansial misalnya : liburan, beli rumah, biaya sekolah, ibadah haji, pensiun sejahtera. Tujuan tujuan keuangan tersebut harus direncanakan dan dipersiapkan dengan matang melalui investasi. Ingat, kebutuhan di masa depan memerlukan dana yang lebih besar dari sekarang karena efek inflasi, selain itu hanya investasi dengan efek pelipatgandaan return yang mampu mengejar target ebutuhan dana di masa depan tersebut.
Kedua, investasi bisa membuat uang bekerja untuk kita, loh?? maksudnya begini, dengan menempatkan dana di instrumen investasi berarti kita akan mendapatkan imbal hasil/return, artinya uang yang kita tempatkan tersebut akan terus bekerja untuk meningkatkan kekayaan kita. Dengan kemapuan tersebut, investasi sangat penting untuk menjamin masa depan keuangan kita nanti. Saat masih produktif kita bekerja untuk mencari uang, maka pada saat fisik kita sudah menurun gantian uang yang membantu kita bekerja mencari uang. Sudah seharusnya begitu kan??

Teman-teman, investasi sangat diperlukan untuk masa depan finansial yang lebih baik, kalau tidak berinvestasi sekarang kapan lagi?, kalau bukan dimulai dari diri kita sendiri siapa lagi?

"Happy Investing and Be Smart Investor"


Kamis, 06 Desember 2012

Apa makna Investasi??

Temans,

Kalau saya tanya siapa yang pernah mendengar kata"investasi"? Saya yakin jawabannya akan kompak mengatakan "saya pernah". Pertanyaan selanjutnya adalah, siapa yg pernah investasi?untuk kali ini, jawaban mulai terkotak-kotak yaitu : untuk generasi melek finansial akan serempak menjawab "saya pernah", akan tetapi bagi masyarakat awam (terutama yg belum melek finansial) akan menjawab dengan ragu-ragu seperti :"sudah belum ya,kayanya sudah deh", dsb.

Ilustrasi diatas hanya sedikit gambaran mengenai fakta bahwa memang sebagian masyarakat luas diluar sono masih belum paham apa itu investasi, bahkan yg sebenarnya sudah sering berinvestasi sendiri tdk sadar bahwa yg dilakukannya sebenarnya sebuah investasi, dan tidak sedikit pula yg berkoar-koar sudah rajin berinvestasi padahal sebenarnya tindakannya belum termasuk kategori investasi.

Trus apa itu investasi ya??tenang saja dlm kesempatan ini sy tidak akan berceramah layaknya kaum akademis secara teoritis membahas pengertian investasi. Sebenarnya pengertian investasi cukup simpel dalam satu kalimat yaitu : menunda kesenangan saat ini, untuk menikmati manfaat yang lebih besar di masa datang. Sebagai contoh misalnya petani menyisihkan sebagian hasil panen untuk dibelikan emas, pelajar belajar keras untuk memperoleh prestasi yang baik demi masa depannya, seorang karyawan yang menyisihkan sebagian gajinya untuk membeli reksadana/saham, dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Jadi, jika rekan-rekan semua menginginkan masa depan lebih baik maka INVESTASI-lah. Untuk memperbaiki kondisi finansial di masa depan mutlak diperlukan suatu investasi tapi jangan lupa juga untuk berinvestasi bagi pengembangan kepribadian dan kompetensi diri. Karena blog ini mengkhususkan pada tips dan trik investasi dalam hal kehidupan finansial yang mudah bagi siapa saja, maka pembahasan selanjutnya akan mengkhususkan diri pada topik "investasi untuk kehidupan finansial lebih baik"

Sekian dulu ya, sampai ketemu pada topik "mengapa harus investasi?"