Senin, 08 Februari 2016

Reksadana Kinerja Terbaik 1 Tahun

Tahun 2015 baru saja berlalu, bagaimana raport kinerja investasi Reksadana selama periode 30 Des 2014 - 30 Des 2015 ? Secara umum Reksadana Saham dan Campuran kinerjanya tahun lalu meredup seiring penurunan IHSG, sedangkan jenis Reksadana Pasar Uang dan Pendapatan Tetap kinerjanya lebih baik.

Untuk sedikit memberikan gambaran kinerja Reksadana tahun lalu, berikut informasi 5 return tertinggi Reksadana periode 1 tahun (30 Des 2014-30 Des 2015) :

Reksadana Saham :

  1. Kharisma Kapital Pratama, return 15,41%
  2. Pacific Equity Fund, return 5.32%
  3. Valbury Equity I, return 1,5%
  4. Hpam Saham Dinamis, return -1,54%
  5. Schroder Dana Prestasi Plus, return -3,91%
Reksadana Pendapatan Tetap :
  1. Mrs Bond Kresna, return 20,64%
  2. BNI-AM Dana Pendapatan Tetap, return 13,66%
  3. CIMB-Principal Bond, return 13,51%
  4. Lautandhana Fixed Income, return 12,54%
  5. CIMB-Principal Prime Income Fund, return 9,55%
Reksadana Campuran :
  1. Cipta Balance, return 50,13%
  2. Pacific Balance Fund, return 24,55%
  3. HPAM Flexi Plus, return 14,81%
  4. Danamas Flexi, return 7,28%
  5. Archipelago Balance Fund, return 1,73%
Reksadana Pasar uang :
  1. Sucorinvest Money Market Fund, return 8,46%
  2. Mega Dana Kas, return 7,86%
  3. Manulife Indonesia Money Market Fud, return 7,77%
  4. Bahana Dana Likuid, return 7,75%
  5. BNI-AM Dana Likuid, return 7,74%

Source : Majalah Investor, Januari 2016

Semoga bermanfaat  ya...


" Happy Investing & Be Smart Investor "


Saham Pilihanku

Untuk perdagangan hari Selasa 9 Februari 2016, beberapa saham pilihanku yang layak diamati dan diincar beserta trading plan-nya sebagai berikut :

* ACES : Buy at 835-850
                Target Price at 940/1025
                Cut loss at 825
* AISA : Buy at 1070-1120
               Target Price at 1215/1340
               Cut Loss at 1055
* BBCA : Buy at 13300-13425 / maksimal at 13575
                 Target Price at 13900/14500/15000
                 Cut Loss at 13225
* BBNI : Buy at 5250-5325
                Target Price at 5675/6075
                Cut Loss at 5125
* BSDE : Buy at 1745-1775
                Target Price at 1845/1885/1920
                Cut Loss at 1715
* PWON : Buy at 455-459 / maksimal 462
                  Target Price at 473/497/505
                  Cut Loss 452

Semoga besok Mestakung Ya!

Minggu, 07 Februari 2016

IHSG minggu ini, What's Next??

Pada Penutupan perdagangan Jumat 5 Februari 2016 yang lalu, IHSG berhasil menguat 2,85% ke level 4.798,95. Penguatan signifikan yang terjadi tidak lepas dari pengaruh rilis data GDP Indonesia tahun 2015 yang lebih baik dari ekspektasi yang sekaligus menyebabkan aliran dana asing yang masuk mencapai 2 Triliun lebih.Positifnya data GDP ini sekaligus menjadi pelengkap sentimen positif sebelumnya berupa daa inflasi Januari 2016 yang terkendali.

Untuk melihat secara lebih jelas mengenai arah pergerakan IHSG beberapa waktu kedepan, Saya akan coba analisa secara teknikal seperti tampak di gambar berikut ini :

IHSG daily - 050216
terlihat di gambar bahwa pada hari Jumat kemarin IHSG berhasil breakout pola konsolidasi yang terjadi sejak Oktober 2015 yang lalu. Penembusan atas resisten pola sideways ini memberi peluang IHSG untuk bullish menuju target ke level 5.000 dalam jangka menengah selama support IHSG di 4.700-an bisa bertahan . Namun, sebelum mencapai target tersebut, indeks terlebih dahulu akan coba menguji resisten terdekat di 4.850

Sekian dulu ulasan singkat analisa IHSG-nya ya guys...happy week end !!


" Happy Investing And Be Smart Investor "




Kisah "Warren Buffett" Indonesia ~ Lo Kheng Hong

Sabtu kemarin saat ke Gramedia, saya menemukan salah satu buku yang menarik perhatian dan melihat sebagian isinya. Yang menarik adalah ada satu bagian yang membahas perjalanan investasi seorang Lo Kheng Hong (sering dijuluki sbg Warren Buffett-nya Indonesia) hingga sukses seperti sekarang.

Temen-temen investor/trader di pasar saham indonesia pasti tahu atau setidaknya pernah dengar nama Lo Kheng Hong. Yups, benar!! Beliau adalah investor saham Indonesia yang sukses dan menjadi kaya raya hanya dari investasi/bisnis saham, hebat ya??

Berikut ringkasan singkat isi salah satu bab dari buku "Who Wants To Be Smilling Investor" yang membahas perjalanan investasi saham Lo Kheng Hong hingga bisa sangat sukses seperti sekarang :

  • Pada 1989, Lo Kheng Hong mulai membeli saham di usia 30 tahun. Saat itu dia bekerja (sambil kuliah malam) sebagai pegawai Tata Usaha di sebuah bank di Jakarta selama 11 tahun. Jabatannya tidak kunjung naik dan gajinya kecil sehingga modal utk investasi saham terbatas. Namun karena hidup hemat, dia masih memiliki dana utk membeli saham.
  • Saham yang dibeli pertama kali adalah saham PT. Gajah Surya Multi Finance saat IPO. Namun waktu listing di Bursa Efek harga saham ini turun dan Lo Kheng Hong terpaksa menjual rugi.
  • Walaupun pengalamam pertama merugi, dia tidak kapok dan tergerak untuk lebih rajin mempelajari investasi saham secara otodidak. Ia banyak belajar buku-buku tentang prinsip dan strategi investasi Warren Buffett.
  • Tahun 1990, ia pindah ke bank lain dan menjadi kepala cabang. Ia tetap berinvestasi saham sampai akhirnya pada th 1996 memutuskan untuk berhenti bekerja di bank agar bisa fokus menjadi investor saham. Ia berani mengambil keputusan ini karena mendapatkan keuntungan lumayan dari investasi saham dan memiliki pengalaman 7 tahun berinvestasi saham.
  • Lo Kheng Hong menaruh hampir semua uangnya di saham dan hanya menaruh menaruh uang secukupnya di bank karena bunganya kecil. Ia tidak tertarik membeli obligasi karena imbal hasilnya rendah.Ia juga tidak membeli emas karena menganggap emas tidak produktif. LKH tidak tertarik menyimpan mata uang asing (USD) karena membuatnya mengharapkan hal buruk terjadi seperti kerusuhan dan krisis ekonomi shg rupiah melemah.
  • Lo Kheng Hong hanya punya 15% dana cash untuk jaga-jaga supaya kalau krisis masih ada dana untuk beli saham. Ia tidak kerja, nggak punya kantor, nggak punya pelanggan, nggak punya karyawan, nggak punya bos, apalagi hutang. hanya punya seorang supir dan dua pembantu
  • Investasi saham telah berhasil membuat Lo Kheng Hong menjadi smiling investor seperti idolanya, Warren Buffett. Investasinya di beberapa saham memberikan return yang FUNTASTIC! 5 saham yg pernah dipegang Lo Kheng Hong dgn keuntungan fantastis yaitu:     PT. United Tractor ( return 5.900%, jangka waktu investasi 6 thn / 1998-2004); PT. Multibreeder Adirama Indonesia ( return 12.500%, jangka waktu 6 thn/2005-2011); PT. Timah Persero ( return 900%, jangka waktu 2 thn / 2002-2004); PT. Japfa Comfeed (return 1.900%, jangka waktu 6 thn /2005-2011); PT. Panin Financial (return 160%, jangka waktu 1,5thn/ 2011-2013).
  • Lo Kheng Hong adalah seorang VALUE INVESTOR. Ia mencari perusahaan yang salah harga di bursa efek. Strateginya adalah membeli saham perusahaan yang bagus dengan harga murah, kemudian disimpan, menunggu dengan sabar sampai suatu hari pasar sadar bahwa harga saham itu terlalu murah dan kembali naik ke harga wajarnya.
  • Untuk mengetahui harga saham murah atau mahal, Lo Kheng Hong menggunakan indikator Price to Earning Ratio (PER). Yang reasonable untuk dibeli adalah saham yang PER-nya dibawah lima kali (5x), itu sangat menarik dan potensial salah harga (underpriced). Tapi biasanya perusahaan yang sudah baik dan manajemennya bagus, PER-nya sudah diatas 10 kali.
  • Selain PER, faktor lain yang menjadi pertimbangannya yaitu : manajemen perusahaan apakah menerapkan GCG, pengelolanya apakah jujur atau tidak. Bidang usahanya bagus atau tidak. Ia juga mencari saham yang bisamengahsilkan laba tinggi dilihat dari ROE. Hal lain yang menjadi perhatian adalah apakah perusahaan mengalami pertumbuhan atau tidak (minimal 5 tahun berturut-turut selalu bertumbuh).
  • Setelah sukses berinvestasi saham, Lo Kheng Hong menikmati hidupnya. Setiap hari duduk di taman rumahnya dan melakukan 3 hal: RTI (read, think, and invest). Ia embaca 4 koran, laporan keuangan persh, dan data statistik pasar modal. Dia sudah merasakan tinggal di 5 benua dengan menggunakan sedikit uang dividen yang ia terima, setiap tahun Lo Kheng Hong keliling dunia bersama anak isterinya.
Bagaimana?? sangat menginspirasi ya...ternyata ada seseorang yang hanya mengandalkan bisnis/investasi saham bisa menjadikan kaya raya dan benar-benar mengalami kebebasan finansial.

Sekian, dan semoga bermanfaat!


" Happy Investing And Be Smart Investor "

Senin, 01 Februari 2016

Demi Hari Tua Yang Mapan

Saham ternyata bisa menjadi instrumen bisnis/investasi yang sangat cocok untuk mempersiapkan hari tua atau masa pensiun kita. Apakah kita sudah mempersiapkan hari tua kita, bagaimana kita mempersiapkannya. Bekerja sampai tidak bisa? Berbisnis? Menabung? Apalagi yang bisa dilakukan?Bagaimana kalau ada cara lain. Dimana ketiga cara di atas bisa dilakukan sekaligus. Kita bekerja keras, kemudian menabung. Setelah tabungan cukup, biasanya kita membuka bisnis. Bisa bidang baru, atau sesuai dengan pekerjaan kita lagi. Setelah bisnis mulai, kita bekerja keras lagi, dan hasil dari bisnis kita tabung, dan sampai akhirnya hari tua pun tiba.

Kira-kira seperti itu skenario yang terjadi pada umumnya bukan?? Kita telaah satu persatu urutan skenarionya ya?... Bagian bekerja keras jelas harus ada, kecuali kita anak orang kaya yang akan mewarisi kekayaan bisnis orang tua atau orang yang sangat beruntung. Setelah bekerja, tentu uangnya kita tabung, banyak Bank yang bisa dijadikan pilihan, kita pakai bank BCA sebagai contohnya. Untuk bunga bank BCA kira-kira sebesar 2% per tahun. Dan untuk deposito adalah sebesar 5.25% per tahun. Dengan pajak 20%, maka bunga bersih kita adalah 1.6% dan 4.2%.
Baru saja diumumkan inflasi setahun terakhir adalah 4.14%. Artinya bunga deposito kita habis dimakan inflasi. Jadi uang tabungan kita, tujuan utamanya adalah untuk memproteksi dari nafsu belanja kita. Dan setelah terkumpul, barulah digunakan untuk sesuatu yang lebih besar. Apakah beli rumah atau memulai bisnis.

Kira-kira berapa persen peluang kita bisa berhasil dalam memulai bisnis sektor riil. Apa kapasitas kita dalam berbisnis. Pernahkah kita survei ke lingkungan kita, berapa banyak bisnis yang berhenti setelah 1 tahun beroperasi, dan berapa banyak yang berhasil.

Dari beberapa point di atas, ada alternatif lain yang sangat menarik, dimana kita bekerja keras diawal, masuk ke bisnis yg akan berjalan dengan sendirinya, dan tiba saatnya nanti akan menggantikan fisik kita untuk bekerja menghasilkan uang. Ya,! Bagaimana kalau kita menabung di bisnis yang sudah teruji, yaitu kita menabung di saham BCA. Pertanyaan sederhananya adalah jika kita berani menaruh uang di bank BCA, mengapa tidak berani di sahamnya.Misalnya setiap bulan kita menaruh uang di deposito, mengapa tidak memindahkan ini ke saham BCAnya. 1 lembar BCA sekarang sekitar 13.000. Berarti sekali beli dibutuhkan dana sekitar 1.300.000 rupiah. Misalnya uang kita tidak cukup untuk membeli, kita bisa saja mendepositokan uang kita dulu, setelah terkumpul barulah melakukan pembelian.

Bagaimana dengan penurunan saham? Ini bisa saja terjadi. Tapi untuk jangka panjang, selama kinerja perusahaan baik-baik saja, maka sahamnya akan pulih kembali. Sebagai gambaran, krisis Amerika di 2008 menyeret saham BCA jatuh dari 3.500 ke 2.000, alias turun 42%. Berapa harga saham BCA hari ini? Apalagi kalau kita melakukan pembelian setiap bulan, berarti kita bisa membeli sahamnya di harga 2000-an? Ini salah satu cara pandang kita terhadap saham adalah bisnis, bukan cuma gambaran angka, grafik, kertas, atau meja judi. Sebuah bisnis, jika fundamentalnya tidak mengalami masalah, maka penurunan adalah kesempatan membeli lebih banyak. Kalau takut turun dan belinya ketinggian, kita bisa mengakali dengan menunggu momen yang ada. Yaitu ketika sahamnya turun dalam,atau lebih populernya sedang terdiskon. 

Setelah itu, akan timbul pertanyaan. Apa saja yang bisa kita dapatkan di investasi ini. Yang pertama jelas capital gain. Yaitu keuntugan dari selisih harga. Saham BCA bahkan jika kita beli di harga paling tinggi 2008 di 3500, sekarang telah memberi keuntungan 270%. Sekitar 30% per tahun. Tentu tidak bisa diharap setiap tahun saham BCA akan naik 30%. Kadang bisa di bawah itu atau minus, dan kadang bisa lebih. Kita berbicara tentang jangka panjang.

Keuntungan kedua adalah dividen gain. Tahun lalu BCA membagi dividen sebesar 150. Atau sekitar 1.1% dari modal beli kita sekarang. Terlihat kecil. Bagaimana dengan orang yang beli 10 tahun yang lalu. Harga saham BCA ada di kisaran 1.800. Jadi dividen mereka hari ini sudah setara dengan bunga 8.3%. Cukup lumayan. Jadi pembelian hari ini adalah untuk 10 tahun kemudian. Atau kapanpun masa pensiun kita tiba. 5 tahun? 10 tahun? 20 tahun?

Bagaimana kalau kinerja BCA tidak sebagus sebelumnya. Memang ada risiko seperti itu. Tapi kuat mana, perusahaan BCA atau bisnis yang kita rintis. Plus, diingat kembali, isi perusahaan BCA adalah karyawan yang rajin. Jika tidak rajin tentu saja tidak ada kenaikan gaji atau malah dipecat. Jika karyawan rajin dan manajemen handal apakah ada kemungkinan kinerja BCA naik? Saya kira besar kemungkinannya.

Tentu saja tidak serta merta gampang menjalankan ilustrasi diatas, melakukan ini dibutuhkan beberapa hal. Yang pertama adalah komitmen kita. Jangan cuma setor 2-3x setelah itu uangnya untuk keperluan lain. Atau begitu lihat harga saham turun, sudah takut duluan. Yang kedua adalah, seberapa yakin kita akan masa depan ekonomi Indonesia?
Saham BCA hanyalah contoh. Kita bisa menaruh di saham apapun selama kita mengerti risiko dan reward yang dihadapi.
Jadi, mari mulai memikirkan dana pensiun kita.

"Happy Investing & Be Smart Investor"

Source : LINE@ saham-indonesia, edited by Jimant