Sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan keuangan, investasi juga bisa dilakukan di sektor finansial. Berbeda dengan sektor riil, jenis investasi ini biasa disebut sebagai paper asset karena berupa surat-surat berharga yang diperjual belikan di pasar uang dan pasar modal. Investasi sektor finansial ini sabgat komplit baik dari segi jangka waktu maupun potensi return-nya.
Jenis-jenis investasi sektor finansial yang umum digunakan sebagian besar investor, diantaranya sebagai berikut :
1. Deposito
Deposito sebenarnya merupakan salah satu varian dari simpanan/tabungan, sehingga deposito merupakan jenis investasi yang paling aman (dijamin oleh LPS sd maks 2 Milyar) namun return juga paling minim. Berinvestasi di deposito akan mendapat imbal hasil yang disebut bunga. Bunga yang diberikan memang lebih tinggi dari tabungan, namun dalam jangka panjang tidak mampu.mengalahkan inflasi. Deposito hanya cocok untuk tujuan investasi jangka pendek, dibawah 1 tahun.
2. Obligasi
Membeli obligasi berarti kita meminjamkan uang kepada perusahaan yang menerbitkan surat utang tersebut. Sebagai imbalannya investor akan mendapatkan kupon/bunga setiap bulan dan pembayaran pokok pada saat jatuh tempo, oleh karena itu obligasi disebut juga instrumen pendapatan tetap. Obligasi bisa juga diperjualbelikan di pasar modal untuk memperoleh capital gain Obligasi bisa diterbitkan oleh perusahaan swasta (obligasi korporasi) maupun pemerintah (obligasi negara). Besarnya kupon obligasi biasanya sudah berada diatas nilai inflasi, return obligasi juga lumayan dan relatif stabil. Investasi di obligasi ini cocok untuk tujuan investasi jangka menengah, 1-3 tahun.
3. Reksadana
Reksadana adalah sekumpulan dana investor yang dikelola dan diinvestasikan ke dalam berbagai instrumen oleh seorang ahli yang disebut Manajer Investasi. Reksadana adalah jenis investasi yang paling cocok untuk pemula di pasar modal. Return reksadana dapat diketahui berdasarkan kenaikan harga unit (NAB) reksadana yang dibeli, misal kita beli reksadana A di harga NAB 1000 lalu kita jual pas harga NAB-nya 1100, maka kita telah untung sebesar 10%. Reksadana bermacam-macam, secara umum dibedakan berdasarkan aset dasar dari dana kelolaannya antara lain :reksadana pasar uang (min 80% diinvestasikan di pasar uang ), reksadana pendapatan tetap (min 80% diinvestasikan di obligasi), reksadana saham (min 80% diinvestasikan di saham), dan reksadana campuran (campuran antara pendapatan tetap dan saham). Dengan berinvestasi di reksadana, berarti seorang investor telah berinvestasi ke berbagai instrumen pasar modal secara terdiversifikasi otomatis yang dikelola oleh tenaga ahli. Jadi, reksadana ini merupakan investasi yang paling mudah, murah, dan menarik.
4. Saham
Saham merupakan bukti kepemilikan seseorang terhadap suatu perusahaan. Jadi, ketika investor membeli saham suatu perusahaan berarti dia sedang membeli bisnis dari perusahaan tersebut. Keuntungan berinvestasi di saham ada dua yaitu : dividen dan capital gain. Dividen merupakan pembagian sebagian keuntungan perusahaan kepada pemegang sahamnya, sedangkan capital gain adalah keuntungan yang diperoleh investor dari kenaikan harga saham di pasar. Diantara ketiga jenis investasi lainnya, saham merupakan instrumen yang berpotensi menghasilkan return paling tinggi, namun resiko yang menyertainya juga paling besar. Saham paling cocok untuk tujuan investasi jangka panjang, diatas 5 tahun.
Nah, teman-teman tertarik berinvestasi dimana nih? Ingat, dalam menentukan jenis investasi yang menjadi pertimbangan utama adalah tujuan investasi dan disesuaikan profil/karakter pribadi.
“Happy Investing and Be Smart Investor”
Sebuah catatan perjalanan dan strategi investasi. Sarana berbagi ilmu, metode, dan pendekatan praktis investasi reksadana dan saham guna melengkapi wawasan, pengetahuan,& bekal pengelolaan investasi menuju kemapanan finansial.
Senin, 30 November 2015
Jenis Instrumen Investasi - part 2
Minggu, 29 November 2015
Outlook Investasi 2016
Pada bulan bulan akhir penghujung tahun, para analis, sekuritas, majalah bisnis/investasi sibuk membuat ramalan outlook investasi tahun depannya, tak terkecuali bagaimana prospek investasi tahun 2016 nanti. Berbicara mengenai outlook investasi ini, saya akan sedikit berbagi pandangan pribadi mengenai prospek investasi tahun 2016, walaupun saya sendiri belum expert sih...
Prospek investasi tidak bisa terlepas dari prospek ekonomi secara keseluruhan karena bagaimanapun juga kinerja instrumen investasi sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian. Nah, setelah sepanjang tahun 2015 ini ekonomi indonesia selalu mendapat tekanan dan kemundurun, sepertinya badai akan sedikit mereda di tahun depan.
Beberapa faktor positif pendorong ekonomi tahun 2016 nanti diantaranya :
- pertumbuhan ekonomi indonesia diyakini bisa membaik dan terbuka kemungkinan untuk kembali diatas 5%, hal yang mendasari yaitu :goverment spending yg ckul besar, paket kebijakan ekonomi pemerintah yang sudah dmulai sejak kuartal ke-3 akan mulai terlihat dampaknya tahun depan, serta pembangunan infrastruktur dan proyek pemerintah juga sudah mulai terealisasi.
- inflasi yang terkendali sampai kuartal 4 tahun 2015 ini memberikan ruang bagi BI untuk penurunan BI rate tahun depan, jika hal ini terjadi akan sangat berdampak terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi.
-tingkat inflasi tahun 2016 nanti diramalkan akan tetap terkendali, dan menurut perkiraan pemerintah akan berkisar 4% +_ 1%.
Sedangkan beberapa hal yang akan menjadi tantangan dan harus diperhatikan investor di tahun 2016 nanti yaitu :
- konsistensi pemerintah dalam menjalankan paket kebijakan ekonomi serta penyerapan anggaran belanja tahun 2016 nanti harus lebih baik lagi,
- stabilisasi moneter AS dengan kenaikan suku bunga the fed ( fed rate) diprediksi akan terjadi tahun 2016, yang tentu saja akan diikuti penguatan dollar AS
- faktor pertumbuhan ekonomi china yang kemungkinan masih melambat turut mempengaruhi perekonomian indonesia mengingat China adalah mitra dagang terbesar Indonesia,
- Penurunan harga komoditas sepertinya masih akan berlanjut di tahun 2016 akibat masih lesunya pertumbuhan ekonomi dunia.
- Uni eropa juga rencana akan dikurangi tahun 2016.nanti, sehingga akan berpengaruh terhadap likuiditas pasar keuangan regional.
Mempertimbangkan faktor faktor diatas, saya berkeyakinan tahun 2016 nanti akan lebih baik dibanding tahun 2015 ini, walau memang ketidakpastian global masih menghantui. Tanda tanda perbaikannya juga sudah mulai terlihat sejak akhir kuartal 3 dan akan berlanjut di 2016, semoga!
Dengan melihat berbagai proyeksi indikator ekonomi untuk tahun 2016, prospek instrumen inbestasi juga akan selaras dengan prospek perekonomian tersebut diatas, jadi bagi temen temen investor bisa bersiap untuk ikut mulai membidik cuan baik di instrumen saham, reksadana, emas, maupun properti.
Bagaimana kira kira outlook untuk masing masing instrumen investasi di tahun depan??secara singkat berikut penjelasannya:
- Saham, prospek saham akan membaik tahun 2016 seiring perbaikan ekonomi. Investor dapat fokus pada emiten sektor perbankan, infrastruktur, dan consumer.
- Reksadana, juga diprediksi akan memberikan imbal hasil lebih baik tahun 2016 nanti yang akan mengikuti perbaikan kinerja emiten dan ekonomi Indonesia. Reksadana yang layak dipertimbangkan yaitu reksadana saham dan pendapatan tetap.
- Emas, tekanan penurunan harga emas akan terus berlanjut tahun depan, terutama jika suku bunga the fed jadi naik. Meskipun demikian, tahun depan merupakan saat yg tepat untuk membeli/nyicil emas, karena ada potensi rebound harga emas akibat kenaikan demand dari negara Eropa,China,&India.
- Properti, sektor ini diperkirakan akan membaik seiring perbaikan pertumbuhan ekonomi dan potensi kenaikan daya beli masyarakat indonesia, apalagi jika inflasi terkendali dan ada penurunan BI rate, sektor ini akan kembali menggeliat. Properti tipe residensial diperkirakan akan lebih cepat membaik.
Bagaimana? sudah siap untuk membidik investasi apa yang akan dijadikan pilihan tahun 2016 nanti??
Jumat, 27 November 2015
EMPAT KUADRAN Financial ==> Robbert T.Kiyosaki
Friends...tentu sudah tidak asing dengan pembagian 4 kuadran finansial menurut Kiyosaki ini. Bukunya entah sudah berapa kali cetak ulang, sudah sering dan banyak dibahas di seminar/training/motivasi keuangan. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba memberikan ringkasan pelajaran dari kuadran finansial tersebut.
Kuadran pertama disebut Employee (E). Yang ada di kuadran ini adalah karyawan atau pekerja kantoran yang diberi upah oleh perusahaan. Ciri-ciri finansial yang dimiliki oleh mereka adalah pengeluaran yang hampir sebesar penghasilan. Mereka sangat tergantung pada keputusan-keputusan dan peraturan perusahaan agar tetap memperoleh gaji sebagai sumber pemasukan keuangan pribafi maupun keluarganya.
Kuadran kedua adalah Self-Employed (S). Di Indonesia kategori ini sering disebut dengan pekerja lepas, meski seharusnya tidak selalu tepat. Profesi yang masuk dalam kuadran ini adalah dokter (yang buka praktek sendiri), musisi, penulis, artis, dan sebagainya. Artinya hanya mereka yang memiliki keahlian khusus untuk bisa berkarir di bidangnya.
Baik Employee maupun Self-Employed sama-sama tidak dibayar kalau dia tidak bekerja.
Kuadran ketiga adalah Business Owner (B). Dalam konteks ini bisnis yang dimaksud adalah bisnis yang sudah jalan, yang memungkinkan seseorang memiliki dan mengendalikan sistem bisnis tersebut sambil menikmati peningkatan kekayaan hasil dari bisnisnya. Karena sistem sudah berjalan, mereka hanya mengontrol dari jauh (tanpa banyak terlibat). Mereka bisa mempekerjakan orang-orang pandai dan terampil untuk menjalankan bisnis yang dia miliki.
Kuadran keempat adalah Investor (I) Konteks yang dimaksud adalah mereka yang memiliki dana dan diinvestasikan pada sebuah perusahaan atau bisnis untuk mendapatkan return. Jadi investor benar-benar mengandalkan hidupnya pada modal yang diinvestasikan pada perusahaan atau bisnis yang berpotensi memberikan return tinggi. Biasanya mereka berinvestasi pada perusahaan terbuka, properti, ataupun pada bisnis perintis yang potensinya besar.
Business Owner dan Investor memungkinkan seseorang untuk ‘tidak bekerja’ guna mencukupi kebutuhan finansial, atau bahkan justru mampu menambah kekayaan mereka dari waktu ke waktu.
Fakta menariknya adalah Kuadran satu dan dua menyumbang 90 persen dari populasi masyarakat menengah di dunia, tetapi hanya menyumbang 10 persen dari total kekayaan masyarakat menengah di dunia. Begitu juga sebaliknya, Business Owner dan Investor hanya menyumbang 10 persen dari populasi, tetapi kekayaan mereka menyumbang 90 persen dari total kekayaan yang ada. Luar biasa bukan?
See you in the next article...
Rabu, 25 November 2015
My trade watchlist 261115
Melihat closing IHSG hari ini, ruang utk penguatan lanjutan esok hari masih terbuka untuk menguji resisten 4600. Sektor yang bisa diperhatikan esok hari adalah yg terkait erat dengan dampak penguatan rupiah akhir-akhir ini seperti farmasi, banking, properti,and consumer.
Hehe..setelah kemarin absen posting trading idea karena masalah teknis, hari ini mo updated watchlist untuk trading esok hari...see on pict below..
Disc On ya!
Mudah-mudahan cuaca market esok hari cerah
Selasa, 24 November 2015
Coretan trading idea 241115
Morning guys...beberapa saham yang layak dicermati untuk hari ini SRIL,LSIP,BJBR. Buy on weakness utk saham ACES, SSIA, BMRI.
Trading plan sesuai coretan tangan terlampir...
Disclaimer On ya!
Langganan:
Postingan (Atom)